Ibu, berbohong…

Karena panik berbuat salah, tak menyangka kemarahan mu atas terlewatnya shalat magrib waktu itu adalah sandiwara Mu.. Tak ingat dengan pasti, magrib di kabisat Februari kapan.. Kau ungkap nada keras yang tak pernah kudengar sebelumnya. Kau ceritakan kekesalan Mu disertai intonasi murka.. Aku yang sadar dengan salahku. Sadar Engkau paling tidak terima ketika putranya tinggalkan…

Enjoy this blog? Please spread the word :)